Address : Jl. Samanhudi No. 20 Medan

Call Us Today : (061) 4158383

  • Call Us Today! (061) 4158383
  • Alamat: Jl. Samanhudi No. 20 Medan, Sumatera Utara - Indonesia
  • Email: customer_assistance@stellamarishospital.com
blog

Waspada Cairan Vagina Tak Normal Semasa Kehamilan

Keluarnya cairan vagina semasa hamil umumnya adalah hal yang normal. Meski demikian, Moms juga perlu waspada bila cairan vagina yang keluar mengalami perubahan warna atau aroma sebab hal ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan.

Keluarnya cairan vagina disebut juga sebagai leukorrhea atau keputihan. Saat hamil terjadi peningkatan kadar hormon yang dapat meningkatkan produksi cairan vagina. Keputihan ini biasanya nggak berbahaya, namun cairan vagina dapat muncul akibat infeksi sehingga memerlukan penanganan Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Stella Maris pada kondisi tertentu.


Cairan Vagina Normal Selama Kehamilan

Cairan vagina berfungsi untuk mencegah masuknya infeksi dari vagina dan leher rahim serta bakteri normal vagina. Berikut merupakan beberapa ciri-ciri cairan vagina normal selama kehamilan:

  • Cairan terasa encer seperti lendir
  • Cairan berwarna jernih atau putih susu
  • Cairan tidak beraroma atau hanya sedikit berbau

Volume cairan vagina biasanya akan semakin bertambah menjelang persalinan. Beberapa saat sebelum memasuki proses persalinan, cairan akan mengental dan mengandung sedikit darah.


Cairan Vagina Tak Normal Selama Kehamilan

Perubahan cairan vagina bisa disebabkan oleh infeksi jamur (kandidiasis). Infeksi ini cukup sering terjadi pada perempuan hamil sebab adanya perubahan kadar hormon yang mengganggu keseimbangan pH di vagina dan mempermudah tumbuhnya jamur di vagina. Beberapa ciri cairan vagina tidak normal yang disebabkan oleh infeksi jamur adalah:

  • Cairan vagina berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Cairan memiliki aroma tak sedap
  • Keluarnya cairan disertai gejala gatal dan perih pada kemaluan atau rasa sakit saat buang air kecil

Selain akibat infeksi jamur, munculnya cairan vagina tidak normal juga bisa disebabkan oleh beragam penyakit seperti vaginosis bakterialis dan infeksi menular seksual yang meliputi gonorea, klamidia hingga trikomoniasis.


Menjaga Kesehatan Vagina Saat Hamil

Kesehatan vagina sangat penting terutama di masa kehamilan. Yuk Moms jaga kebersihan vagina dengan tips Stella berikut ini:

1. Basuh vagina dengan cara yang tepat

Sebelum membasuh vagina, cucilah tangan terlebih dahulu. Dahulukan pula membersihkan vagina sebelum membersihkan anus dan dilarang melakukan sebaliknya sebab bakteri dari anus bisa masuk ke vagina. Setelah membasuh keduanya, keringkan dengan handuk lembut atau tisu.

2. Gunakan celana dalam katun

Pastikan untuk selalu memakai celana dalam yang terbuat dari bahan katun yah Moms, sebab kain katun yang lembut dapat menyerap keringat dengan baik sehingga area vagina tidak lembab dan dapat mencegah iritasi. Pastikan pula Moms selalu mengganti celana maupun pakaian dalam setiap harinya.

3. Hindari sabun beraroma dan pembersih kewanitaan

Penggunaan sabun mandi beraroma dan pembersih area kewanitaan dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan jumlah bakteri baik di vagina. Hal ini justru akan membuat Moms lebih berisiko mengalami infeksi yang menyebabkan produksi cairan vagina tidak normal.

Selain menjaga kebersihan vagina, Moms juga dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih dan tidak menahan buang air kecil. Guna mengurangi risiko terjadinya infeksi jamur, Moms juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik semisal yoghurt serta mengurangi konsumsi gula.

Nah kini Moms bisa mengenali cairan vagina normal atau tidak normal dari tanda-tanda di atas. Bila Moms menemukan perubahan warna dan aroma cairan vagina, jangan pernah menunda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Stella Maris guna memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Tags

RSIA Stella Maris obgyn dokter kandungan cairan vagina waspada tips keputihan