Address : Jl. Samanhudi No. 20 Medan

Call Us Today : (061) 4158383

  • Call Us Today! (061) 4158383
  • Alamat: Jl. Samanhudi No. 20 Medan, Sumatera Utara - Indonesia
  • Email: customer_assistance@stellamarishospital.com
blog

Beli Alat Tes COVID-19 Mandiri, Bagaimana Keamanannya?

Indonesia kembali mengalami kasus lonjakan angka penularan COVID-19 varian Omicron. Bisa dikatakan, ini adalah fase gelombang ketiga virus corona di Tanah Air. Pesatnya penularan membuat kebutuhan akan tes swab antigen maupun PCR di laboratorium pun meningkat. Tentunya, hal ini demi memudahkan tracing dan diagnosis dini serta penanganan segera.

Namun, beberapa waktu terakhir marak pembelian alat tes COVID-19 secara mandiri. Jadi, masyarakat menjadi lebih mudah dan praktis untuk melakukan pemeriksaan sendiri tanpa harus menuju ke laboratorium. Belum lagi, katanya harga alat tes mandiri ini lebih murah dibandingkan dengan harga satu kali tes di laboratorium.

Lantas, bagaimana dengan keamanannya? Apakah penggunaan alat tes swab mandiri ini aman, higienis, dan akurat seperti tes yang umumnya dilakukan oleh petugas kesehatan?


Pro dan Kontra Penggunaan Alat Tes COVID-19 Mandiri

Memang benar lebih praktis dan mudah karena kamu tidak perlu pergi ke laboratorium, tetapi sebenarnya memakai alat tes COVID-19 sendiri tidak dianjurkan. Sebab, penggunaan alat tes swab punya standar pakai yang harus kamu perhatikan. Artinya, pemakaiannya alat swab ini tidak boleh sembarangan, apalagi tanpa pendampingan ahli kesehatan.

Pastinya, setiap pihak yang telah melakukan pemeriksaan secara mandiri di rumah harus kembali melakukan pengecekan di laboratorium. Ini karena alat atau metode swab yang dilakukan sendiri memberikan hasil skrining dan tidak bisa menentukan apakah seseorang terindikasi positif COVID-19 atau tidak.

Mudahnya, seperti wanita yang menjalani tes kehamilan dengan menggunakan test pack. Hasilnya bisa menunjukkan positif hamil. Namun, setelahnya pemeriksaan tetap dilakukan ke rumah sakit. Ini untuk mengetahui apakah kehamilan ini benar-benar terjadi atau justru ada indikasi medis dengan ciri mirip dengan kehamilan.


Risiko Melakukan Pemeriksaan COVID-19 Mandiri

Selain hasilnya yang bisa jadi kurang akurat, melakukan pemeriksaan swab secara mandiri bisa meningkatkan risiko terjadinya beberapa kondisi berikut ini.

•          Cedera dan Perdarahan pada Hidung

Ini terjadi karena tangkai alat swab yang secara tidak sengaja mengenai pembuluh darah. Artinya, memang diperlukan pengetahuan mengenai anatomi organ hidung untuk mengetahui sampai sejauh mana alat tersebut masuk ke dalam hidung maupun tenggorokan. Jadi, sampel bisa diambil dengan tepat dan hasilnya juga lebih akurat.

•          Tangkai Alat Swab Patah

Orang-orang dengan struktur hidung yang tidak normal atau bengkok memiliki risiko mengalami rasa sakit yang lebih tinggi saat menjalani tes swab secara mandiri. Tidak hanya itu, kamu pun juga bisa bersin ketika sedang melakukan pemeriksaan swab yang sangat memungkingkan tangkai swab patah. Jika kamu tidak tahu bagaimana cara mengambilnya, tentu hal ini akan sangat berbahaya.

•          Hasil Pemeriksaan Tidak Akurat

Apabila tidak dilakukan dengan langkah yang telat, pemeriksaan swab bisa memberikan hasil yang tidak akurat. Misalnya, ketika bagian yang diusap tidak sampai pada area pengambilan sampel yang seharusnya. Hasilnya bisa saja positif palsu.

Jadi, memang sebaiknya kamu melakukan pemeriksaan swab ulang di ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan hasil tes lebih pasti. Pastinya lebih minim risiko terjadinya masalah yang tidak terduga. Contohnya seperti cedera atau perdarahan pada hidung dan tangkai alat swab patah saat pemeriksaan dilakukan.

Stella Family bisa menanyakan pada Dokter Stella seputar pemeriksaan swab antigen atau PCR secara mandiri di rumah dari sisi keamanan medisnya melalui Telemedicine RSIA Stella Maris.

Untuk reservasi Telemedicine Stella, silahkan hubungi Hotline / WhatsApp kami di 0811-6135-557.

Tags

RSIA Stella Maris Omicron Tes Covid Covid